Kajen adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Margoyoso. Kurang lebih 18 km sebelah utara kota Pati. Desa ini terkenal dengan sebutan “Kampung Santri”, karena memiliki lebih dari 25 Pesantren di dalamnya. Pesantren-pesantren ini tidak terpusat pada satu tempat, namun tersebar di seluruh sudut Desa. Dengan wilayah yang hanya sekitar 64 hektar, maka Desa Kajen ini terasa begitu padat oleh penduduknya sendiri ditambah ribuan santri yang datang dari segala penjuru Nusantara.

Read more

Ada empat organisasi yang ada di tengah siswa Perguruan Islam MathaIi’ul Falah (PIM). Yaitu Himpunan Siswa Mathali’ul Falah (HSM), Himpunan Siswa Mathali’ul Falah Putri (HISMAWATI), Qismun Nasyath (QNS) Putra dan Qismun Nasyath (QNS) Putri.

Organisasi-organisasi ini didirikan untuk meningkatkan wawasan berorganisasi, yaitu sebagai “kawah candradimuko” wadah pendadaran kemampuan berorganisasi siswa-siswi PIM, sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka bisa cepat beradaptasi dan beraktualisasi di tengah masyarakat untuk menyebarkan ilmu yang didapatkan di PIM dan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat secara maksimal, karena dakwah bil lisan (verbal) dikombinasikan dengan dakwah bil hal (keteladanan) adalah kekuatan efektif dalam melakukan proses transformasi sosial. Dua organisasi terakhir (QNS) adalah organisasi siswa yang menggunakan bahasa arab, sebagai wujud realisasi pengembangan bahasa arab di kalangan siswa. Read more

1. LPBA

Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) adalah sebuah lembaga yang bertujuan untuk mengembangkan bahasa asing di lingkungan siswa dan guru sehingga bisa menjadi penunjang bagi pemahaman, pendalaman, dan penghayatan ilmu-ilmu islam dari sumber aslinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, cara-cara yang ditempuh antara lain; mengadakan penataran bahasa Arab dan Inggris bagi para guru, menyusun dan menerbitkan buku pegangan bahasa Arab-Inggris, melaksanakan kursus bahasa Arab-Inggris secara intensif, dan membina organisasi bahasa Asing siswa.

 2. MedCom

Lembaga ini adalah sebuah lembaga yang bertujuan untuk mengembangkan bahasa inggris di lingkungan siswa. Hal ini adalah sebagai salah satu upaya PIM untuk membekali siswa ketrampilan berbahasa asing, sehinga ia mudah untuk berkomunikasi dan beradaptasi di tengah keadaan zaman terus berkembang. Apalagi bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang penggunaannya sudah begitu luas di kalangan masyarakat. Read more

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset terpenting yang dimiliki oleh PIM. Rekrutmen dan pengembangan SDM secara kontinyu dilakukan untuk meraih kualitas tenaga pendidik yang baik. Sumber Daya Manusia di PIM meliputi; Tenaga Pengajar, Tenaga Administrasi, dan Karyawan.

Saat ini PIM memiliki 105 tenaga pengajar. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan tercapainya rasio ideal jumlah tenaga pengajar dan murid. Dari 105 jumlah tenaga pengajar, 98% diantaranya adalah alumni PIM sendiri. Baik alumni yang kemudian melanjutkan studi di luar negeri maupun dalam negeri. Adapun tenaga administrasi PIM saat ini berjumlah 10 orang, sedangkan karyawan berjumlah 4 orang. Saat ini PIM memiliki 105 tenaga pengajar. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan tercapainya rasio ideal jumlah tenaga pengajar dan murid. Dari 105 jumlah tenaga pengajar, 98% diantaranya adalah alumni PIM sendiri. Baik alumni yang kemudian melanjutkan studi di luar negeri maupun dalam negeri. Adapun tenaga administrasi PIM saat ini berjumlah 10 orang, sedangkan karyawan berjumlah 4 orang.

Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) sebagai lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan “tafaqquh fi al-din” (pendalaman ilmu-ilmu agama) dengan ciri-ciri intrinsiknya dan mempersiapkan insan sholih dan akrom tentu membutuhkan kurikulum pendidikan yang dapat mewujudkan tujuan yang dimaksud. Read more

Visi

  • Meraih nilai-nilai keislaman dengan tafaqquh fi al-din dan berikhtiar untuk menjadi insan sholih akrom.

Sholih adalah manusia yang secara potensial mampu berperan aktif, berguna, dan terampil dalam kehidupan sesama makhluk, serta mampu mewarisi dan mengatur bumi ini dengan segala alam yang ada padanya, atau dengan kata lain yang mampu menguasai segala aspek kehidupan dimasa kini dan dimasa yang akan datang. Sedangkan Akrom merupakan pencapaian kelebihan dalam relevansinya dengan makhluk terhadap Khalik, mencapai kebahagiaan di akhirat. Read more

Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) terletak di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tepatnya di daerah Kulon Banon, sebelah barat makam KH. Ahmad Mutamakkin. Perguruan ini didirikan oleh KH. Abdussalam pada tahun 1912, dengan tujuan untuk mendidik dan mempersiapkan kader-kader bangsa sebagai insan yang memahami agama secara mendalam (tafaqquh fi al-din) baik secara teori maupun praktek, sehingga bisa berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (sholih) dalam semangat ketuhanan yang luhur dan terpuji sebagaimana dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW (akrom). Tujuan inilah yang sampai sekarang dijadikan sebagai pijakan dan visi utama dari penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM).

Perguruan ini mengalami banyak perkembangan selama kurun waktu 1 abad ini (1912-2012). Pada tahun awal berdirinya (1912) ketika dipimpin oleh KH. Abdussalam, Perguruan ini dikenal dengan nama “Sekolah Arab”. Kemudian pada masa berikutnya ketika dipimpin oleh KH. Mahfudh Salam (1922 – 1944) Perguruan ini diberi nama ‘Mathali’ul Falah’ (tempat munculnya orang-orang yang sukses) dengan kurikulum klasikal dari shifir awal, tsani dan tsalis. Pada masa kepemimpinan KH. Abdullah Zen Salam dan KH. Muhammadun Abdul Hadi (1945 – 1963) mulai dikembangkan sistem penjenjangan dari kelas 1-6 dan 1-3 Tsanawiyah. Kemudian di era selanjutnya di bawah kepemimpinan KH. Sahal Mahfudh (1967 – 2014) dikembangkan lagi menjadi Aliyah dan Diniyah Ula dan Wustho. Pendirian Diniyah ini dimaksudkan untuk menampung lulusan SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan materi agama khusus. Tahun 2014 – 2017 , Perguruan ini dipimpin oleh KH. Ahmad Nafi’ Abdillah. Dan saat ini yang menjabat sebagai direktur adalah K.H Muhammad Abbad Nafi’.