Kajen adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Margoyoso. Kurang lebih 18 km sebelah utara kota Pati. Desa ini terkenal dengan sebutan “Kampung Santri”, karena memiliki lebih dari 25 Pesantren di dalamnya. Pesantren-pesantren ini tidak terpusat pada satu tempat, namun tersebar di seluruh sudut Desa. Dengan wilayah yang hanya sekitar 64 hektar, maka Desa Kajen ini terasa begitu padat oleh penduduknya sendiri ditambah ribuan santri yang datang dari segala penjuru Nusantara.

Desa ini juga populer di kalangan para peziarah. Sebab di Desa ini terdapat sebuah makam seorang ulama yang hidup pada masa abad ke 17-18, yaitu Syekh Ahmad Mutamakkin. Syekh Ahmad Mutamakkin di percaya oleh masyarakat Pati dan Sekitarnya sebagai seorang waliyullah. Karena memiliki kemampuan linuwih yang ceritanya masih tersebar dalam masyarakat sampai sekarang dan kedalaman ilmu agama yang dimilikinya. Beliau adalah penyebar agama Islam di Desa ini, dan sekaligus sebagai cikal bakal munculnya pesantren-pesantren yang ada di Desa ini sekarang.

Perguruan Islam Mathali’ul Falah

Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) terletak di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tepatnya di daerah Kulon Banon, sebelah barat makam KH. Ahmad Mutamakkin. Perguruan ini didirikan oleh KH. Abdussalam pada tahun 1912, dengan tujuan untuk mendidik dan mempersiapkan kader-kader bangsa sebagai insan yang memahami agama secara mendalam (tafaqquh fi al-din) baik secara teori maupun praktek, sehingga bisa berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (sholih) dalam semangat ketuhanan yang luhur dan terpuji sebagaimana dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW (akrom). Tujuan inilah yang sampai sekarang dijadikan sebagai pijakan dan visi utama dari penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM).
Perguruan ini mengalami banyak perkembangan selama kurun waktu 1 abad ini (1912-2012). Pada tahun awal berdirinya (1912) ketika dipimpin oleh KH. Abdussalam, Perguruan ini dikenal dengan nama “Sekolah Arab”. Kemudian pada masa berikutnya ketika dipimpin oleh KH. Mahfudh Salam (1922 – 1944) Perguruan ini diberi nama ‘Mathali’ul Falah’ (tempat munculnya orang-orang yang sukses) dengan kurikulum klasikal dari shifir awal, tsani dan tsalis. Pada masa kepemimpinan KH. Abdullah Zen Salam dan KH. Muhammadun Abdul Hadi (1945 – 1963) mulai dikembangkan sistem penjenjangan dari kelas 1-6 dan 1-3 Tsanawiyah. Kemudian di era selanjutnya di bawah kepemimpinan KH. Sahal Mahfudh (1967 – 2014) dikembangkan lagi menjadi Aliyah dan Diniyah Ula dan Wustho. Pendirian Diniyah ini dimaksudkan untuk menampung lulusan SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan materi agama khusus. Tahun 2014 hingga 2017 , Perguruan ini dipimpin oleh KH. Ahmad Nafi’ Abdillah. Mulai tahun 2017, Direktur Perguruan Islam Mathaliul Falah dijabat oleh K.H Muhammad Abbad Nafi’.